Selasa, 17 Februari 2026

THE SHALIMAR Boutique Hotel

Kota Malang hari ke 2 (05/12/2023)

Pilihan malam ke 2 di Malang adalah hotel yang legendaris yang memiliki historis. Malang adalah paris van java nya Jawa Timur, tidak heran banyak ditemukan rumah model kolonial yang masih dijadikan rumah tinggal maupun kafe. 

Pilihan menginap pun jatuh pada The Shalimar Boutique Hotel yg konon memiliki sejarah panjang. Dibangun tahun 1930 dengan nama Meconiece Loge atau club tempat dansa dansa noni Belanda. Pada jaman kemerdekaan berubah fungsi menjadi RRI sd tahun 1999 dan dibangun ulang menjadi hotel sejak 2016 dengan nama Malang inn dan berubah menjadi Graha Cakra. Saat ini dengan 44 kamar, Shalimar yang diambil dari cucu pemilik hotel keturunan tiong hoa dengan belanda memiliki predikat Bintang 5.

Berada dipusat kota di jalan Tjerme terletak  ditengah pemukiman tenang dengan gaya kolonial. didepan hotel terdapat taman tjerme sebelum masuk gerbang hotel, mata telah disuguhi dengan keberadaan 2 mobil tua milik hotel yang berada di tengah taman milik Pemda yang pengelolaanya diserahkan kepada hotel. 


 

Pintu masuk disambut dengan gebyok jawa yang menjadi pembatas restoran. Meja reseptionis ada diujung selasar dan  hanya berisi meja kecil antik.

Ruangan lobby dan restauran konon merupakan bangunan asli yang kemudian dipsrluas dengan teras bersebelahan dengan kolam renang. 

Lobby dan ruangan didominasi dengan dekorasi barang barang antik dan foto hitam putih gedung gedung lama di Kota Malang.

Berada di kamar 212 (wiro sableng😂) yang didesain dengan elegan dilengkapi sofa untuk menonton TV serta meja kerja panjang. Kasur ukuran King dengan dekorasi kayu di head bed nya putih krem, warna kamar juga didominasi putih dan coklat tua untuk furniturenya dengan pendaran cahaya lampu dari 3 lampu meja memberikan suasana mewah dari kamar berukuran sekitar 4 x 7 meter.


Disemua sisi dinding apik tergatung foto hitam putih gedung gedung tua kolonial Belanda yg kemungkinan besar berada di kota Malang. lantai kayu dengan warna merah maroon menambah suasana hangat Kota Malang yang sejuk



Area kamar mandi pun mewah dan tidak luput diatas kloset duduk pun tersentuh dengan galery foto foto gedung tua. Amenitis kamar mandi cukup lengkap dengan desain elegan, handbody, sisir, vanity kit tersedia dengan tambahan laundry kain tebal. 


Sarapan pagi sangat biasa untuk ukuran hotel dengan predikat bintang lima, soto Shalimar cukup enak ditawarkan oleh Ibu Maria, staff senior yang sudah mengabdi 30 tahun sejak awal berdirinya Malang Inn ditahun 1994. aneka pastri danish dan croissant juga biasa saja. espresso cukup dibuat dengan mesin portable otomatis. 




Perjalanan ke Malang tentu kurang afdol tanpa wisata kuliner legendaris. Kuliner pertama adalah rawon....., dengan harga 25.000 per porsi, dengan menu tambahan yg disajikan mulai dr gepuk, paru dkk nya.



Kuliner berikutnya adalah pecel jalan Kawi yg berdiri sejak tahun 1975...(cape deh😀), dengan porsi Rp.13.000 per porsi, lengkap dengan tempe 1 tempe goreng dan peyek kacang.








Senin, 20 April 2020

Ngopi yang bener menurut saya...

ceritanya nerusin draft yang sudah berdebu...

Orang bebas untuk nyeruput kopi dengan berbagai macam cara penyeduhan dan penyajian, yang paling penting adalah kita enjoy nyeruputnya. Cara akhir penyajian ada yang ditambah susu kental manis , ada yang suka pake gulanya 3 sendok makan ada pula yang suka hanya rasa paitnya kopi saja. Dari cara seduhnya ada yang lebih afdol pake model tubruk, simple dan cepat! ada yang penginya  espresso base yang pake mesin espresso seharga Innova dan ada pula yang suka nya dengan metode manual brewing atau mode seduh lainnya.


Indonesia katanya adalah penghasil kopi no 4 terbesar di dunia. Katanya lagi kopi Indonesia sebagian besar di ekspor karena budaya orang Indonesia pada jaman old, 5 sd 10 tahun yang lalu adalah suka nyeduh kopi sachet yang tinggal seeet langsung seduh. Tetapi jaman now sudah sedikit berubah. Banyak cafe mungil bertebaran, cafe kelas menengah menjamur dan  warung kopi selevel up normal mulai membumi, yang mengindikasikan dunia persilatan kopi di Indonesia mulai unjuk gigi.

Kembali orang boleh minum kopi dengan bermacam gaya tetapi aktor utamanya adalah tetap biji kopi. Bagaimana prosedur minum kopi yang bener menurut saya adalah lihat aktor utamanya, yaitu biji kopi.

pertama: pilihlah biji kopi yang masih berbentuk biji yang sudah di sangrai atau di roasted. kenapa?   karena biar yakin bahwa kopi yang kamu minum bukan kopi oplosan atau 100% kopi asli.  Lihat juga tanggal roastingnya. Makin dekat tanggal kamu beli dengan tanggal roasting, makin baik. artinya kamu dapet kopi yang fresh from oven.

kedua: harga rata-rata biji kopi yang sudah diroasted untuk kopi arabica adalah 60 rb sampai 100 rb per 250 g artinya satu kilo adalah 240 rb sd 400 rb rupiah. Kalau robusta 30 rb sd 40 rb per 250 g. So, kalau kamu beli kopi bubuk 1 kg 50 sd 60 rb ya musti ati-ati ini kopi KW apa kopi oplosan.

ketiga: kalau kamu punya grinder atau gilingan, giling kopi pas mau nyeduh kopi. Kalau kagak punya minta tolong mbaknya untuk digilingin dengan ukuran semi fine aja kalau mau seduh pake mode kopi tubruk dan ukuran medium kalau mau pake filter kertas.

keempat: Perbandingan kopi yang pas adalah 1:15 artinya kalau cangkir kamu volumenya 150 ml maka kopi yang dibutuhkan adalah 10 g

kelima: Info dari Mas Barista Starbuck Reserve, kalau kopi Indonesia itu cocoknya di seduh pake air panas kisaran 75 sd 85 derajat celcius. (makannya ada merek kopi ready to drink 78, kali pake air suhunya di angka 78 ya seduhnya).

keenam: coba menikmati kopi tanpa gula!, sruput pelan dan coba diresapi apa rasa yang muncul dari seduhan kopi. pahit pasti!, rasa asem nemu dikit! manis kayanya ada dikit banget..., terserah kamu meng interpretasikan kopi kamu...

Ketujuh: jangan setock kopi banyak-banyak, simpan kopi kamu dalam kantong kedap udara untuk menjaga aromanya dan habiskan dalam waktu 1 bulan sejak kamu buka bungkusnya,

ketujuh: biji kopi yang sama infonya akan menghasilkan rasa yang berbeda jika ukuran kehalusan kopi beda, temperatur air beda dan cara tuang beda, cara seduh beda. Jadi,  silahkan di explore..

Salam Sruput...

sejak 2018 sampai akhirnya 20 April 2020

Senin, 30 Juli 2018

Belajar berintegritas

Belajar berintegritas

Pic: Gwangalli Bridge Busan South Korea

Dunia pendidikan kedinasan membahas tentang integritas yang selalu didengungkan dan dibahas. Integritas yang menurut beberapa referensi adalah konsistensi atau keteguhan terhadap nilai-nilai luhur.

Integritas seseorang mungkin akan dinilai berbeda oleh orang lain. untuk satu cerita mungkin kita bisa menilai secara langsung keintegritasan seseorang tetapi untuk cerita lain mungkin beberapa orang akan memiliki pandangan yang berbeda.

Pernah mendapat share dari WA group, video tentang seorang tukang gerobak yang secara tidak sengaja menabrak mobil BMW sehingga mobil mewah itu tergores catnya.  

Saat itu kondisi jalan sangat sepi dan tidak ada seorangpun yang melihat kejadian ini. tetapi tukang gerobak ini tetap berdiri di jalan tersebut dan menunggu orang yang punya mobil untuk meminta maaf. 

setelah menunggu 2 jam datanglah pemilik mobil tersebut dengan ajudannya. ajudannya sangat marah melihat mobil Bos nya tergores dan meminta tukang gerobak untuk mengganti biaya kerusakan mobil mewah itu.

sambil meminta maaf tukang gerobak itu berjanji akan mengganti biaya kerusakan itu tetapi dengan biaya setengah dari yang diminta oleh sang ajudan. meskipun ajudan tidak setuju akhirnya sang Bos menyetujui angka yang ditawarkan oleh tukang gerobak seraya bertanya, "kenapa kamu tidak pergi saja setelah menabrak mobil saya?, khan saya tidak ada dan mungkin tidak ada orang yang tahu?". sambil menunduk tukang gerobak menjawab bahwa dia hanya ingin menjadi orang yang bertanggungjawab. 

kemudian tukang gerobak meminta ijin untuk mengambil uang dirumahnya karena uang yang dibawanya kurang, dan akhirnya mereka bertiga menuju gubuk reot milik tukang gerobak yang tidak jauh dari tempat kejadian. 

Di depan gubug reot, tergolek Bapak si tukang gerobak di kursi roda dengan kaki yang ditutup oleh selimut. Melihat kondisi itu Sang Bos bertanya apa gerangan yang terjadi pada Bapak tua itu. dengan suara pelan Bapak tadi menceritakan bahwa dirinya adalah korban tabrak lari dari orang yang tidak bertanggung jawab. tak berapa lama tukang gerobak keluar dari gubugnya seraya menyerahkan uang yang dijanjikan dan diterima oleh pemilik mobil.

setelah menyerahkan uang ke ajudan. tak berapa lama sang bos menyuruh ajudan untuk mengeluarkan segepok uang dari tas tenteng yang dipegang oleh ajudan dan kemudian diberikan kepada  tukang gerobak sambil berkata "tidak banyak orang yang punya integritas tinggi seperti kamu dan silahkan terima uang ini sebagai rasa hormat  saya kepada manusia langka yang masih menjunjung tinggi integritas dan mulai besok kamu bekerja di perusahaan saya dengan gaji tinggi karena perusahaan kami membutuhkan orang yang punya integritas dan tanggung jawab tinggi seperti kamu".

Cerita yang mengharukan dan mungkin saja hal tersebut terjadi di dunia nyata dan kita bisa menjudge bahwa si tukang gerobak meiliki integritas yang tinggi.

Ada cerita lain dimana suatu masa ada cerita tentang raja Antigon, dimana sang raja membuat aturan untuk semua rakyat untuk tidak boleh mengurus mayat prajurit musuh yang mati pada saat berperang meskipun mayat tersebut berada di wilayah kerajaan. Suatu saat ada rakyat yang diketahui mengurus mayat-mayat tersebut dan menguburkannya dengan keyakinan agar tidak menimbulkan penyakit di lingkungan kerajaan. Akhirnya orang itu di hukum penjara dan ternyata orang tersebut adalah adik kandung dari sang raja. 

Cerita tersebut  disampaikan kepada sekelompok orang dan didiskusikan untuk mencari siapa yang paling berintegritas. apakah si raja atau adik raja. 

Hasil dari diskusi terpecah menjadi 3, kelompok 1 memilih raja karena konsisten mengikuti aturan walaupun ternyata yang dihukum adalah adik sendiri, kelompok ke 2 memilih adik raja dengan asumsi bahwa si adik mengikuti nilai-nilai luhur untuk mengurus mayat dan kelompok ke 3 adalah yang memilih bahwa keduanya memiliki integritas. bagaimana menurut anda?

saat ini integritas menjadi penting karena nilai-nilai luhur, konsistensi, keteguhan hati perlu di pertanyakan kembali dalam diri kita masing-masing dalam menghadapi pekerjaan atau menghadapi kehidupan ini.

integritas terkadang menjadi tidak penting disaat kita menghadapi persolan kecil. Pada saat ke toilet umum dan di pintu ada tulisan Rp 2000 dan saat itu tidak ada penjaga, mungkin kita akan melenggang kangkung setelah melepas hajat tanpa menaruh uang Rp. 2000 di kotak, dimana kondisi ini akan berbeda apabila di depan toilet terdapat penjaga  yang mengutip uang.  

Seorang anak sekolah yang tidak mau memberi contekan kepada kawannya pada saat ujian, menyebabkan si anak tidak disukai oleh sebagian kawan-kawanya. Seorang pegawai yang tidak mau menerima gratifikasi mungkin akan menjadi guncingan karena dianggap nyeleneh. Pertanyaannya apakah orang yang masih memiliki integritas pada akhirnya memiliki masalah?? 

disintegritas menjadi normal apabila dilakukan berjamaah dan terus menerus tanpa adanya keinginan untuk memperbaiki diri untuk belajar menjunjung integritas. orang yang berintegritas akan berpikir dua atau bahkan tiga dan empat kali untuk menerima gratifikasi atau korupsi. peperangan antara iblis dan malaikat berkecamuk di kepala  dan pada akhirnya hanya diri kita yang tahu siapa pemenangnya.

Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah untuk selalu sedikit demi sedikit belajar berintegritas. Dengan mulai belajar  dari hal-hal kecil yang terjadi dan jujur pada diri sendiri, belajar berkonsisten pada norma-norma luhur. Untuk menjadi ber integritas  tidak perlu dengan sekolah tinggi karena hal tersebut bisa dimulai dari diri semua manusia sebaga pribadi apakah yang dilakukan benar atau salah.


Sawangan, 30 Juli 2018


Rabu, 13 September 2017

Manusia Cerdas

pic: oryukdo by dandit
Suatu Hari Seorang musafir lewat di suatu kampung. Ia melihat penduduk kampung lagi berkumpul ramai sekali. Mereka sepertinya lagi mengadakan musyawarah besar. Setelah mencari tahu, ternyata penduduk desa itu lagi membicarakan siapa yang bersedia mau menjadi ketua mereka.

Ia menjadi heran, kenapa orang-orang ini justru mencari siapa yang mau menjadi pemimpin, karena menurut kebiasaan, orang-oranglah yang malah rebutan untuk jadi pemimpin.

Rupanya ada suatu tradisi aneh di kampung itu. Setiap seorang pemimpin yang telah selesai menjalankan tugas, ia akan dibuang ke suatu tempat yang sangat berbahaya.
Di padang pasir yang dipenuhi binatang buas dan berbisa. Setiap orang yang masuk ke sana mustahil bisa keluar lagi dengan selamat.

Setelah berpikir sejenak ia menawarkan diri untuk jadi pemimpin di kampung itu. Tentu saja penduduk kampung menjadi heran sekaligus senang. Dengan penuh yakin ia menanda tangani perjanjian untuk menjadi pemimpin dan siap dibuang setelah 10 tahun menjalankan tugas.

Namun musafir ini ternyata seorang yang sangat cerdas. Pantas sekali ia berani menawarkan diri jadi pemimpin negeri itu. Di tahun pertama dan kedua ia mengumpulkan dana yang sangat besar. Pada tahun ketiga ia menugaskan orang untuk membuat jalan ke padang pasir tempat yang akan dijadikan tempat pembuangannya.Tahun keempat ia membersihkan tempat itu dari binatang buas dan berbisa. Tahun kelima ia memerintahkan orang untuk mengalirkan air dan menanaminya dengan berbagai macam tumbuh-tumbuhan.Tahun keenam sampai kedelapan ia menyulap daerah itu menjadi kota yang sangat megah dan membuat istana yang indah untuk tempat ia ketika dibuang nanti. Akhirnya pada tahun kesembilan ia justru merindukan jabatannya segera berakhir, karena ia tidak sabaran lagi untuk menempati rumah masa depannya.

Itulah gambaran dunia dan akhirat bagi orang yang sadar. 

Ada orang yang merasa cemas akan kematian karena ia membiarkan rumah masa depannya dipenuhi binatang buas dan berbisa. Rumahnya hancur berantakan, bahkan dipenuhi api. Tapi bila kita persiapkan dengan segala amal shaleh, justru akan membuat kerinduan untuk segera menuju ke sana. Ia malah merasa asing dan tidak betah di dunia yang fana ini, karena berharap segera menempati kampung nan indah di seberang sana.

Orang yang cerdas adalah yang mempersiapkan diri untuk kehidupan akherat yang tiada berakhir. Dan orang yang teramat bodoh adalah orang yang mengorbankan kehidupan yang abadi demi kesenangan di dunia yang hanya sekejap.

Ibnu Umar RA berkata, “Suatu hari aku duduk bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba datang seorang lelaki dari kalangan Anshar, kemudian ia mengucapkan salam kepada Nabi SAW dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling utama?’ Rasulullah menjawab, ‘Yang paling baik akhlaqnya’. Kemudian ia bertanya lagi, ‘Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?’. Beliau menjawab, ‘Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas.’ (HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy).

Orang yang cerdas adalah orang yang tahu persis tujuan hidupnya kemudian mempersiapkan diri sebaik-baiknya demmi yujuan tersebut, maka jika akhir kesempatan bagi manusia untuk beramal adalah kematian, mengapa banyak orang yang cerdas tidak mempersiapkan...?

Sumber : Copas WA

Senin, 16 Januari 2017

Kemping Hobby Heboh Musim Panas

Selain hiking hobby heboh yang disukai oleh masyarakat Korea adalah kemping. Kemping dilakukan pada saat musim panas di kemping area di daerah pantai, tepi sungai atau lembah gunung yang banyak tersebar diseluruh wilayah Korea. 





Saking hebohnya, meskipun banyak camping area milik pemerintah dan milik swasta, jangan harap mendapatkan lokasi kemping resmi kalau tidak melakukan reservasi jauh jauh hari sebelum liburan musim panas.



Tenda dan perlengkapan kemping mulai harga puluhan ribu Won sampai dengan harga jutaan won mereka persiapkan demi tidur nyaman dan makan nikmat di udara terbuka. Tidak heran industry outdoor activity ini maju di Korea. Menjelang musim panas, semua super market mendisplay tenda dan perlengkapan seperti kursi, meja dan perlengkapan barbeque serta api unggun yang sudah didesain modern dan memudahkan saat membuat api unggun.





Salah satu daerah yang menjadi tujuan untuk kemping adalah  Miryang-Si, tepatnya di Danjang-Myeon sekitar 70 km dari kota Busan ke arah barat laut. Lokasi di daerah ini menawaran suasana kemping di lembah gunung dan disebelah sungai yang beriak dan jernih. Sehingga anak anak bisa bermain dan berendam di sungai dangkal dan mengalir jernih. 

Sewa tempat permalam berkisar dari 15 rb sd 50 rb Won dengan fasilitas area camping 5×5 meter, listrik, toilet dan public shower dengan hot/cold water, serta area parkir disebelah tenda. Di beberapa lokasi ada pengelola camping area yang menyediakan tenda buat yang tidak mau repot membawa tenda.


Miryang, 16 Juli 2016

Catatan: cerita ini telah dipublikasikan dalam kepokorea.com pada tanggal18 Juli 2016 pada kolom Kekosport.


Pengelolaan Sampah di Korea

Di Korea sangat sulit menemukan tempat sampah ditempat umum, tetapi lingkungan bersih dan tidak ditemukan sampah berserakan di lokasi umum. Konon katanya anak-anak dari kecil sudah dididik untuk selalu menyimpan sampah snack atau botol minuman di dalam tas sekolah dan membuang sampah setelah sampai sekolah atau rumah. Hal tersebut menjadikan budaya membuang sampah di Korea terbawa sampai dewasa dan Korea memiliki kota yang bersih.

Pengelolaan sampah di Korea Selatan juga sangat unik dan jauh berbeda dengan pengeloaan sampah di Indonesia. Sampah dibedakan ke dalam 2 jenis yaitu sampah basah yang berupa sisa makanan atau sayuran dan sampah kering yang berupa kertas, botol dan platik atau yang yang bisa di daur ulang (recycle). hampir semua sampah kering akan di daur ulang kembali dan sampah basah akan diolah untuk digunakan sebagai sumber energi untuk menghasilkan listrik.

Rumah tangga adalah produsen  sampah paling  besar untuk sampah basah maupun sampah kering. Dalam mengelola sampah rumah tangga, Pemerintah Korea mengatur jadwal waktu membuang sampah.  Setiap daerah memiliki waktu membuang sampah yang berbeda beda baik untuk sampah basah atau sampah daur ulang.

Apartemen tempat kami tinggal di Busan namanya Daewoon Cantavil terletak di daerah Yangjeong dong, memiliki 6 gedung dengan masing-masing gedung memiliki 36 lantai. Setiap gedung memiliki minimal 4 apartemen artinya satu gedung akan memiliki 144 apartemen. Seluruh komplek dengan 6 gedung akan memiliki 864 apartemen atau kepala rumah tangga yang setara di Indonesia dengan 1 Rukun Warga.

Daewoon Cantavil Yangjeong

Di komplek apartemen, hanya memiliki 1 ruang tempat pembuangan sampah basah di lantai 1 yang memiliki 8 tempat sampah untuk melayani 864 rumah tangga. Uniknya, kami hanya bisa membuang sampah basah pada hari Selasa dan Kamis dari jam 7 malam sd 7 pagi (12 jam) serta hari Minggu dari jam 7 pagi sampai jam 7 pagi hari Seninnya (24 jam). 

Untuk membuang sampah basah, kita harus menggunakan kartu khusus yang berisi data nomor apartemen untuk dapat membuka penutup sampah, dengan cara menempelkan kartu pada sensor dan setelah pintu terbuka dan sampah dibuang maka ada display yang menunjukkan berat sampah yang dibuang dan akan dihitung komulatif pada akhir bulan untuk menentukan jumlah yang harus dibayarkan untuk jasa pembuangan sampah. Untuk menutup pintu tempelkan sekali lagi kartu sampahnya.



ruang sampah basah

tempat sampah

display sebelum dibuka

tempelkan kartu sampah untuk membuka

buang sampah ke dalam lubang


berat sampah pada display dalam gram

Sampah daur ulang hanya bisa dibuang  pada hari Rabu dari jam 10 malam sd jam 10 pagi (12 jam) dan harus dipilah antara sampah kertas, plastik, strerofoam, kaleng, botol dan elektronik sebelum di buang ke kantong plastik di tempat pembuangan sampah daur ulang.


pilah sampah sebelum dibuang

tempat sampah kertas

sampah dipilah lagi dan dimasukkan ke kantong sampah

tempat mengumpulkan kantong sampah yang sudah penuh

Agak ribet juga ya...? bagaimana kalau kita harus buang sampah tetapi tidak ada jadwal buang sampah...? Pemerintah Korea juga sudah memikirkan kondisi tersebut. Kita masih bisa membuang sampah  kapan saja pada tempat yang ditentukan tetapi menggunakan plastik berbayar yang bisa dibeli di supermarket atau convenient store di sekitar apartemen.


Tempat sampah khusus plastik berbayar





Mencintai Pohon di Korea

Dicintai dan disayangi adalah hak semua mahluk ciptaan Tuhan. Pohon sebagai salah satu mahluk hidup ciptaan Tuhan sepertinya hanya bisa merasakan hak dicintai dan disayangi di negara Korea. Hal ini bisa dilihat bagaimana cara orang Korea memperlakukan pohon sebagai penghasil oksigen,  sama dengan memperlakukan manusia yaitu dengan rasa kasih sayang.




Rata-rata pohon di tengah kota di Korea di budidayakan di daerah pinggiran atau di daerah gunung dan dipindah ke kota dalam kondisi sudah relatif besar. setelah ditanam  pohon tersebut akan di topang dengan menggunakan batang kayu sebagai penopang dengan terlebih dahulu memberikan lapisan sabut kelapa pada batang pohon yang bersentuhan dengan kayu penopang dan kemudian di lilit dengan kawat  supaya kuat. Hal ini sepertinya dimaksudkan agar pohon tidak merasa sakit apabila bersentuhan dengan kayu penopang. Selain dilakukan perawatan rutin dengan menyiram dan memberi pupuk ada beberapa perlakuan khusus kepada tanaman yang jarang dijumpai di Indonesia.



jaket musim dingin
                                                                                                                 

infus musim panas



Pada musim panas dengan suhu rata rata diatas 35°C  dimana banyak orang yang beraktivitas di outdoor akan selalu merasa dahaga. Kondisi demikian diasumsikan dirasakan pula oleh pohon sehingga pengelola pertamanan akan memberikan pengairan dengan sistem infus kepada pohon yang fungsinya menetesi batang dan tanah agar pohon tidak kekurangan air atau dehidrasi. Pada musim dingin pohon akan dilapis dengan ijuk-ijuk yang dibentuk tikar untuk melindungi batang pohon dari kondisi dingin.

Semoga ini bisa memberikan inspirasi kepada kepada kita semua untuk lebih mencintai dan menyayangi mahluk ciptaan Tuhan yang lain, Salam...


Catatan:
hasil jalan jalan pagi dalam rangka mencari 10 ribu langkah dan telah dipublikasikan dan diedit oleh wartawan detik.com pada jumat 12 Agustus 2016 pada kolom Anyonghaseo edisi 25