Selasa, 17 Februari 2026

THE SHALIMAR Boutique Hotel

Kota Malang hari ke 2 (05/12/2023)

Pilihan malam ke 2 di Malang adalah hotel yang legendaris yang memiliki historis. Malang adalah paris van java nya Jawa Timur, tidak heran banyak ditemukan rumah model kolonial yang masih dijadikan rumah tinggal maupun kafe. 

Pilihan menginap pun jatuh pada The Shalimar Boutique Hotel yg konon memiliki sejarah panjang. Dibangun tahun 1930 dengan nama Meconiece Loge atau club tempat dansa dansa noni Belanda. Pada jaman kemerdekaan berubah fungsi menjadi RRI sd tahun 1999 dan dibangun ulang menjadi hotel sejak 2016 dengan nama Malang inn dan berubah menjadi Graha Cakra. Saat ini dengan 44 kamar, Shalimar yang diambil dari cucu pemilik hotel keturunan tiong hoa dengan belanda memiliki predikat Bintang 5.

Berada dipusat kota di jalan Tjerme terletak  ditengah pemukiman tenang dengan gaya kolonial. didepan hotel terdapat taman tjerme sebelum masuk gerbang hotel, mata telah disuguhi dengan keberadaan 2 mobil tua milik hotel yang berada di tengah taman milik Pemda yang pengelolaanya diserahkan kepada hotel. 


 

Pintu masuk disambut dengan gebyok jawa yang menjadi pembatas restoran. Meja reseptionis ada diujung selasar dan  hanya berisi meja kecil antik.

Ruangan lobby dan restauran konon merupakan bangunan asli yang kemudian dipsrluas dengan teras bersebelahan dengan kolam renang. 

Lobby dan ruangan didominasi dengan dekorasi barang barang antik dan foto hitam putih gedung gedung lama di Kota Malang.

Berada di kamar 212 (wiro sableng😂) yang didesain dengan elegan dilengkapi sofa untuk menonton TV serta meja kerja panjang. Kasur ukuran King dengan dekorasi kayu di head bed nya putih krem, warna kamar juga didominasi putih dan coklat tua untuk furniturenya dengan pendaran cahaya lampu dari 3 lampu meja memberikan suasana mewah dari kamar berukuran sekitar 4 x 7 meter.


Disemua sisi dinding apik tergatung foto hitam putih gedung gedung tua kolonial Belanda yg kemungkinan besar berada di kota Malang. lantai kayu dengan warna merah maroon menambah suasana hangat Kota Malang yang sejuk



Area kamar mandi pun mewah dan tidak luput diatas kloset duduk pun tersentuh dengan galery foto foto gedung tua. Amenitis kamar mandi cukup lengkap dengan desain elegan, handbody, sisir, vanity kit tersedia dengan tambahan laundry kain tebal. 


Sarapan pagi sangat biasa untuk ukuran hotel dengan predikat bintang lima, soto Shalimar cukup enak ditawarkan oleh Ibu Maria, staff senior yang sudah mengabdi 30 tahun sejak awal berdirinya Malang Inn ditahun 1994. aneka pastri danish dan croissant juga biasa saja. espresso cukup dibuat dengan mesin portable otomatis. 




Perjalanan ke Malang tentu kurang afdol tanpa wisata kuliner legendaris. Kuliner pertama adalah rawon....., dengan harga 25.000 per porsi, dengan menu tambahan yg disajikan mulai dr gepuk, paru dkk nya.



Kuliner berikutnya adalah pecel jalan Kawi yg berdiri sejak tahun 1975...(cape deh😀), dengan porsi Rp.13.000 per porsi, lengkap dengan tempe 1 tempe goreng dan peyek kacang.